Air Mata Darah, Air Mata Kerikil, dan Air Mata Kristal dari Sudut Pandang Ilmiah

Bookmark and Share

Artikel saya ini muncul begitu saja disela-sela saya mempromosikan artikel kontes blog semacam Radio Streaming Murah dan   Harga Jual Blackberry iPhone Laptop Murah. Sebenarnya hal ini terinspirasi oleh tayangan televisi beberapa waktu yang lalu yang memberitakan tentang fenomena aneh ada seorang gadis yang dari mata-nya bisa mengeluarkan kerikil. Melihat itu saya jadi heran dan berusaha mencari di Google, ternyata ada beberapa penjelasan ilmiah tentang fenomena semacam itu. Berikut saya cuplikkan buat pembaca semua:

Air yang menutupi mata manusia terdiri dari 3 lapisan. 
- Lapisan terdalam adalah lapisan lendir bernama ocular mucus. Gel mucus ini menyelimuti permukaan epitel mata untuk melindungi mata terhadap cendera fisik maupun enzimatis, sama seperti lendir lain di organ tubuh lainnya di tubuh kita. Penyusun utama lendir ini adalah glikoprotein lendir, protein tipe plasma dan non-plasma, lemak, dan mungkin glikosaminoglikan. Glikoprotein lendir (mucin) menyumbang besar pada sifat fisikokimia lendir. Telah ada sekitar 15 protein dalam sekresi lendir pada organ tubuh lainnya telah ditemukan, yang umumnya adalah albumin, IgA, IgG, laktoferin, dan lisozim, yang juga berperan penting pada fungsi protektif lendir tersebut.
- Lapisan kedua adalah lapisan berair dan 
- Lapisan terluar adalah lapisan lemak yang disebut meibum. Sekresi berminyak meibum dibuat oleh kelenjar meibomian, sekelompok sel kecil berbentuk anggur yang berbaris di pinggir kelopak mata atas dan bawah kita, tepat di balik bulu mata.
Produksi berlebih air di mata menghasilkan air mata. Peristiwa yang sadar kita sebut menangis, sementara keluarnya air mata secara tidak sadar dapat bertanda penyakit tertentu.

a. Air Mata Darah
Air mata darah adalah fenomena lumrah dari sudut pandang medis. Ia disebabkan oleh blepharitis kronis yaitu pendarah di kelopak mata. Darah yang keluar dari kelopak mata bercampur dengan air mata yang bening sehingga menjadi air mata darah. Efek air mata darah dapat lebih dramatis jika penderita blepharitis kronis juga menderita keratoconjunctivitis sicca yaitu mata kering.
Penderita keratoconjunctivitis sicca memiliki air mata yang begitu cepat menguap karena rendahnya kandungan protein tertentu di ocular mucus. Jika seperti ini, air mata dapat digantikan darah yang keluar akibat blepharitis kronis.

b. Air Mata Kerikil
Protein yang ada di air mata sangat heterogen, setidaknya ada 60 komponen protein. Kami tidak tahu apakah ada komponen yang bisa mengeras dan menjadi mirip batu atau kerikil ketika keluar dari mata. Terlebih lagi, mata dapat mengeluarkan cairan berlebih ketika terkena zat keras, yang kita sebut kelilipan.
Mungkin reaksi antara lapisan meibum atau mucus dengan zat keras ini membuat efek mirip batu atau kerikil, mirip seperti apa yang anda temukan ketika menggali hidung anda (upil).

c. Air Mata Kristal
Adanya kristal di air mata bukanlah hal baru. Hal ini telah dipelajari setidaknya pada tahun 1981. Air mata manusia memiliki dua tipe protein, yaitu tipe protein biasa dan tipe protein Charcot-Leyden yang berbentuk kristal. Orang yang mengeluarkan air mata yang mengandung kristal disebabkan oleh penyakit vernal keratoconjunctivitis.
Dalam penderita penyakit ini, protein kristal terbentuk secara berlebih dibandingkan penderita penyakit lainnya atau manusia sehat. Semakin banyaknya protein kristal, semakin parah penyakitnya.

d. Air Mata Susu
Karena ada 60 komponen protein di air mata, kemungkinan ada komponen protein yang mirip susu dan mengakibatkan air mata berwarna putih mirip susu. Sebagai contoh, penderita catarrhal conjunctivis memproduksi serum albumin dan transferrin berlebih di air matanya. Kedua protein ini berwarna mirip susu.

Kesimpulan
Fenomena unik pada air mata manusia telah lama dikaji lewat bidang Opthalmologi.
Ia bukanlah misteri ilmiah.


(Ref: suak_cot@yahoo.co.id 31 May, 2011)


***** 

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar