13 Kasus Pembunuhan Karena Hal Sepele

Bookmark and Share
13 Kasus Pembunuhan Karena Hal Sepele


Pembunuhan identik dengan kekejaman, bahkan banyak orang ngeri saat mendengar atau membaca beritanya.


Namun berikut ini kami cuplikkan 13 berita pembunuhan yang malah bikin kita ketawa, lucu, konyol, dan sepele banget penyebabnya.
Simak selengkapnya:

1. Tewas Gara-Gara Dirubung Semut Merah

Semut merah ternyata bisa membunuh manusia. Adnan (50), warga Desa Blang Dalam, Kecamatan Babahrot Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang kesehariannya bekerja sebagai pemanjat pohon kelapa, Rabu (28/7/2010), sekitar pukul 10.30 WIB, terpaksa diturunkan dengan tali dari atas pohon kelapa karena pingsan digigit serangga. Namun belum sempat mendapatkan pertolongan dari pihak Puskesmas korban sudah menghembuskan nafas terakhirnya.

Warga yang melihat korban sudah kaku dengan posisi kepala ke bawah dengan kaki terjepit pelepah kelapa, langsung memburu ke atas pohon dan menurunkan tubuh lelaki yang sedang kritis itu dengan seutas tali. Korban langsung dilarikan ke Pukesmas Kuala Batee oleh Camat Babahrot Agussalim, yang saat itu melintas di daerah tersebut. Namun belum sempat mendapatkan pertolongan dari dokter pukesmas korban sudah menghembus nafas terakhir. “Saat dibawa ke pukesmas korban sudah meninggal dunia,” ujar Dr Arianto.

Andi (30), warga yang pertamakali melihat korban dalam kondisi kaku di atas pohon kelapa kepada wartawan ia bercerita, ia langsung memburu ke atas pohon kelapa dan membantu korban.

“Saat sedang mengikat kaki korban, saya juga diserang serangga di seluruh muka, hingga setengah pingsan,” ujarnya di Pukesmas Kuala Batee saat memeriksa telingganya yang diduga masih bersarang serangga.

Sementara Syahnan (45) yang sangat terpukul dengan kepergian abangnya mengaku selama ini adiknya tidak pernah sakit apapun termasuk sakit dadakan. Syahnan menjelaskan, Rabu (28/7/2010) pagi adiknya mendapat order membersihkan pohon kepala untuk ditebang. Order yang datang dari ibu Nuraini yang masih hubungan saudara langsung diterima.

Saat menaiki pohon kepala, ayah tiga anak itu tidak menunjukkan gelagat aneh. Namun setelah membersihkan setengah pohon kelapa, suami Saidah itu tiba tiba kelabakan oleh serangan mendadak ribuan semut. Saat berusaha menghindar dari gigitan sang semut, lelaki itu tanpa sengaja terperosok dari batang puncak batang kelapa dan kakinya terjepit di selah selah pelepah kelapa.

Camat Babahrot, Agussalim mengatakan turut membantu menurunkan korban yang sudah kaku dari atas pohon kelapa dengan seutas tali. “Setalah berada di bawah korban langsung dilarikan ke pukesmas untuk mendapatklan bantuan, tetapi ajal keburu tiba, hingga pemanjat kelapa itu tewas sebelum sampai rumah sakit.


Lagi asyik berhubungan seks dengan pacarnya, ketika sampai pada puncak kenikmatan, si wanita berteriak menyebut nama pria lain. Sontak sang pria marah dan membunuh wanita itu.

Joanne Kitchen (41 tahun), nama perempuan malang itu, sedang bercinta dengan Gary Higgs (44 tahun) di kamar tidur mereka ketika Joanne tiba-tiba berteriak, "Chris, lebih keras." Higgs, saat mendengar nama itu bak disambar petir, ia menjadi sangat marah, menghambur turun ke dapur, mengambil sebuah pisau, lalu kembali ke kamar dan menusuk Joanne sekali di bagian punggung dan sekali di dada. Setelah Joanne terbaring sekarat akibat luka-lukanya, Higgs mencekiknya hingga tewas dengan kabel listrik.

Kepada polisi yang menangkapnya, Higgs mengaku, "Saya tidak tahu persis apa yang saya pikirkan (saat itu). Saya mengambil pisau itu dan membawanya naik ke kamar tidur. Saya tidak ingat apakah saya ingin menyakiti Jo saat itu. Yang pasti saya hanya sangat marah. Dia terluka parah. Saya ingin mengakhiri penderitaannya. Saya ambil kabel listrik dari jam alarm di samping tempat tidur dan mencekiknya hinga meninggal. Saya benar-benar sangat menyesal atas apa yang telah saya lakukan."

Telegraph, Rabu (8/9/2010), melaporkan, Higgs dihukum penjara seumur hidup setelah dinyatakan bersalah atas pembunuhan tersebut. Dia harus menjalani hukuman minimal 15 tahun sebelum dia akan dipertimbangkan untuk dibebaskan.

Hakim Andrew Gilbart, yang menghukum dia, mengatakan, "Seperti yang terjadi dalam semua hubungan, ada ketegangan dan kecemasan, termasuk soal uang. Ketegangan-ketegangan itu dapat menyebabkan ketidakpercayaan dan kecemburuan seksual. Tampaknya Anda sudah dibutakan oleh pandangan Anda sendiri bahwa dia masih bisa tertarik secara seksual bagi orang lain dan masih mudah untuk melakukan affair dengan orang lain seperti dulu dengan Anda. Tidak ada bukti apa pun, tetapi jikapun ada, hal itu tidak dapat membenarkan apa yang Anda lakukan. Dalam penilaian saya, ini adalah kasus di mana seorang pria yang posesif secara tidak masuk akal membunuh kekasihnya dalam suatu kemarahan."

Pengadilan Manchester diberitahu bahwa pasangan itu bertemu tahun 2009 lewat sebuah komunitas games di Facebook. Keduanya sudah menjalin hubungan jangka panjang, tetapi tidak menikah dan tinggal bersama di sebuah rumah kontrakan dua kamar tidur di Dumers Lane, Radcliffe, dekat Bury, Greater Manchester, Inggris.

Jaksa penuntut umum Paul Reid mengatakan, pasangan itu mempunyai masalah finansial dengan hanya Joanne yang bekerja sebagai petugas keamanan di Kolose Katolik Holy Cross di Bury. Meski Higgs mendapat harta warisan senilai 5.000 poundsterling dari ibunya, ia gagal mendapatkan pekerjaan dan pasangan itu terlihat bertengkar di luar gerbang sekolah.

Pembunuhan itu terjadi pada 13 April tahun ini, pagi hari setelah Joanne diantar ke rumah sepulang kerja oleh putrinya, Rebecca (20), yang punya pacar bernama Christopher James. Pagi sebelum pembunuhan itu, seorang perempuan yang sedang menunggu bus mendengar suara jeritan perempuan dari rumah pasangan tersebut dan orang lain melihat Higgs berdiri telanjang dada di jendela.

Bel dibunyikan ketika Joanne tidak muncul untuk bekerja, sedangkan Rebecca dan kakaknya, Belinda (22 tahun), gagal menghubungi ibu mereka melalui telepon atau pesan teks. Pemilik rumah akhirnya mengizinkan kedua wanita muda itu masuk dan ia menemukan mayat Joanne di lantai atas ditutupi selimut.

Belakangan, Higgs mengatakan kepada polisi bahwa dia dan Joanne berhubungan baik, dan tragedi itu terjadi ketika mereka bangun dari tidur.

Namun, Reid mengatakan pada sidang pengadilan bahwa dalam sebuah pernyataan kepada polisi, "Dia (Higgs) memaparkan apa yang dia katakan telah terjadi. Mereka sedang berhubungan seks dan dalam hubungan itu Joanne menyebut nama 'Chris, lebih keras'. Dia mengatakan, hal itu membuatnya terganggu, dan ia menjadi marah. Dia turun ke lantai bawah untuk membuat secangkir kopi dan kembali ke atas untuk mempertanyakan hal itu."

"Joanne mengatakan bahwa dia menyebut nama itu mungkin karena Chris berada di sana sehari sebelumnya."

Higgs mengatakan, Joanne memberi tahu dia bahwa Joanne menyebut nama "Chris" karena Christopher James dan Rebecca telah memberinya tumpangan pada malam sebelumnya dan menyebut namanya merupakan kesalahan yang tak disengaja.

Higgs berjanji untuk memeriksa apakah Joanne punya teman bernama Chris di Facebook, tetapi sebelum ia melakukannya, ia meraih pisau dapur, langsung naik tangga lagi dan menemukan Joanne berbaring di tempat tidur menghadap dinding. Reid menambahkan, "Dia menjelaskan, hal itu membuatnya semakin marah."

Pembela Higgs, Nigel Lickley, mengatakan, "Dia telah meminta saya untuk menyampaikan kepada kedua putri Nyonya Kitchen dan keluarganya bahwa dia telah menghilangkan nyawa ibu mereka. Itu adalah sebuah beban yang ia harus pikul selama sisa hidupnya."

3. Bunuh Putrinya Gara-gara Ganggu Nonton Piala Dunia

Seorang pria Texas, Amerika Serikat, dituduh memukul putri tirinya yang berusia dua tahun hingga tewas ketika bocah itu tak berhenti menangis saat ayah tirinya menonton Piala Dunia.

Hector Castro, nama pria berusia 27 yang tinggal di McAllen, Texas, tersebut dikenai pasal pembunuhan. Castro mengatakan kepada para penyelidik bahwa korban tidak berhenti menangis ketika ia sedang menonton Piala Dunia pada Sabtu antara AS melawan Ghana, kata Kepala Polisi setempat, Victor Rodriguez.

Rodriguez mengatakan bocah perempuan itu menderita luka memar akibat pukulan dan beberapa rusuknya patah. Polisi mengatakan sebuah skrup atau baut besi dimasukkan ke dalam mulut korban, yang tampaknya menyebabkan ia tercekik di kerongkongan hingga meninggal.

4. Isteri Tua Tewas Gara-gara Labrak Isteri Muda

Peristiwa berdarah kembali terjadi di Lumajang. Gara-gara ingin melabrak simpanan suami, istri tua warga Desa Wonoasri Kecamatan Khauripan, Probolinggo, mempertaruhkan nyawanya.

Rusnia (35) tewas dibacok Slamet (55), ayah istri muda suaminya dengan menggunakan sebilah celurit untuk mencari rumput. Akibatnya, korban mengalami luka sabetan celurit di bagian dada, perut dan paha.

Informasi yang berhasil dihimpun di Kamar Jenazah RSUD Dr. Haryoto Lumajang, Rusnia mendatangi rumah istri muda suaminya bernama Misri di Desa Jenggrong Kecamatan Klakah, Kamis (22/7) subuh. Namun saat melabrak dan masuk rumah Misri, Rusnia terlibat pertengkaran dengan ibunda Misri di ruang tamu.

Slamet yang tertidur pulas di depan rumah, bangun dan masuk rumah. Tanpa basi-basi, Slamet mengayunkan celuritnya di dalam rumah yang gelap gulita. Akhirnya, sabetan senjata khas Madura, mengenai tubuh Rusnia dan langsung roboh berlumuran darah.

Mengetahui yang dibunuhnya adalah istri tua dari suami anaknya, Slamet lalu menyerahkan diri ke Kepala Desa Jenggrong dengan membawa clurit yang digunakan membacok korban. "Pak Slamet menyerahkan diri sekitar jam 6 pagi dan saya lapor ke polisi kalau ada pembunuhan," kata Kades Jenggrong, Suwarno ditemui di Ruang Kamar Jenazah RSUD Dr. Haryoto Lumajang.

Polisi yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan olah TKP. Sedangkan Slamet, langsung digelandang ke Mapolsek Ranuyoso untuk dilakukan penyidikan.

5. Tukang Ojek Dibunuh Gara-gara Timpuk Anjing

Hanya gara-gara menimpuk seekor anjing yang menggonggonginya, Mulyono (27) harus kehilangan nyawanya. Tukang ojek ini tewas dibacok oleh si pemilik anjing. "Kasusnya ditangani Polsek Cakung," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar, Kamis (1/7/2010).

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (30/6/2010) pukul 21.00 WIB. Saat itu, korban bersama penumpang sedang melintas di Kampung Baru RT 09 RW 08 Cakung Barat, Cakung, Jakarta Utara. Mulyono dikagetkan dengan gonggongan anjing. Anjing itu juga mengejarnya.

Karena ketakutan, korban lalu berhenti dan menimpuk anjing tersebut dengan batu bata. Rupanya, aksi Mulyono ini diketahui oleh pemilik anjing, Jan Des Nainggolan (37). Tidak terima anjingnya tersakiti, pelaku lalu membacok korban dengan menggunakan golok ke arah kepala, pipi dan punggung. Akibatnya korban mengalami luka sobek di pipi dan perut.

Korban lalu meninggal dunia dalam perjalanan ke RS Islam Sukapura, Jakarta Utara. Polisi menyita barang bukti golok dan batu bata. Akibat perbuatan itu, Jan Des harus berurusan dengan polisi. Dia dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan seseorang meninggal dunia.

6. Birahi Tak Terpenuhi, Menusuk Paha dan Leher Korban

Keluarga korban pembunuhan siswa kelas dua sekolah menengah atas (SMA) Datuk Ribandang Makassar, Nita Sari (16) histeris setelah melihat pelaku pembunuhan di ruang sidang Pengadilan Negeri Makassar.

Puluhan keluarga korban yang memadati PN Makassar sejak Senin (19/7/2010 pagi hingga sore, tidak sabar menantikan kehadiran pelaku pembunuhan, yakni Irwansyah alias Ito (22) yang tidak lain masih paman korban.

Sidang perdana yang dijadwalkan akan dilaksanakan pukul 11.00 Wita harus molor hingga pukul 17.00 Wita karena banyaknya keluarga korban dari daerah yang ingin menyaksikan persidangan serta pelaku yang masih kerabatnya itu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Silim Thalib yang menghadirkan terdakwa Ito mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian mengantisipasi adanya penyerangan oleh salah seorang keluarga korban yang menunggu sejak pagi.

Dalam dakwaan jaksa, terdakwa dijerat dengan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan pasal 338 subsidair pasal 351 jo pasal 285 jo pasal 53 KUHP tentang Perencanaan Pembunuhan dan Penganiayaan serta Pemerkosaan dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Sebelumnya, kasus ini bermula saat paman korban yakni terdakwa memasuki kamar korban pada Jumat 23 Maret 2010. Terdakwa berniat melampiaskan nafsu birahinya yang saat itu korban sedang berada di rumahnya karena ditinggal pergi oleh keluarganya ke kampungnya Kabupaten Jeneponto, Sulsel.

Karena keinginan terdakwa tidak terpenuhi akhirnya terdakwa menusuk korban sebanyak tiga kali pada bagian paha kiri dan kanannya serta leher korban yang menyebabkan korban meninggal seketika.

7. Bocah 12 Tahun Tembak Mati Ibu dan Ayahnya

Bocah 12 tahun asal Missouri, AS, akan segera dibawa ke meja hijau. Tuduhannya adalah pembunuhan ganda dengan menembak mati ibu dan ayah tirinya.

Seperti dilansir ABC, Kamis (8/7/2010), polisi menemukan jasad kedua korban di rumah karavan mereka di daerah Kaiser, Missouri, pada Senin lalu. Polisi langsung mencari sang anak dan ditahan pada malam harinya.

Kedua korban diketahui bernama Rachael dan Jaeson Duncan. Kenapa polisi langsung memburu sang anak? Menurut Sherif setempat, polisi menerima telepon dari bocah itu.

Bocah itu mengaku telah menembak ibu dan ayah tirinya. Dia juga menelepon neneknya dan 911 untuk memberi tahu hal yang sama. Polisi menemukan Rachael dan Jaeson tewas dengan banyak luka tembak.

Persidangan awal akan segera digelar untuk bocah tersebut. Agendanya adalah menentukan apakah dia akan diadili sebagai orang dewasa atau anak-anak.

8. Dua Pria Rebutan Isteri, Satu Tewas

Kasus pembunuhan terhadap juragan kapur, Moh Tohir (47) warga Dusun Krasak, Desa Bunajik Laok, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, ditarbelakangi rebutan istri.

"Motif pembunuhan terhadap korban yang bernama Tohir bermotif perselingkuhan, dimana istri pelaku pernah diambil korban sepuluh tahun lalu," kata Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Suwarno, Sabtu (14/11).

Suwarno menjelaskan, terungkapnya kasus pembunuhan ini setelah pelaku yang bernama Mahfud (40) warga Desa Sendeng Laok, Kecamatan Labang, berhasil ditangkap oleh petugas.

"Hasil pemeriksaan terhadap tersangka, kasus pembunuhan itu karena pelaku sakit hati pada korban setelah istrinya direbut," ungkapnya.

Menurut Suwarno, pelaku tidak terima isrtinya diambil begitu saja oleh pelaku. Akhirnya, pelaku membuat perhitungan dengan korban yang berujung pada pembunuhan sadis lalu dibuang ke jurang.

"Apapun alasannya, perbuatan pelaku sudah melanggar aturan yang ada. Pelaku akan dijerat dengan Pasal 340 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) ancaman hukuman maksimal seumur hidup," tegasnya.

Suwarno menambahkan, pelaku mengaku dalam melakukan pembunuhan terhadap korban sendirian. Namun, petugas tidak percaya begitu saja terhadap keterangan pelaku.

"Sebab, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan tersebut sepertinya dilakukan lebih dari satu pelaku. Itu bila dilihat dari luka bacok yang diderita korban," ungkapnya.

Suwarno mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus pembunuhan tersebut. Pasalnya, kemungkinan besar ada pelaku lain yang ikut terlibat dalam kasus pembunuhan berencana ini.

9. Play Boy Bunuh Isteri ke 9, Cemburu Punya PIL

Ternyata pria play boy bisa juga cemburu. Rasa cemburunya diikuti dengan tindakan kekerasan, menganiaya isteri ke sembilannya sampai meninggal. Lalu iapun bunuh diri.

Kisah play boy cemburu lalu bunuh diri itu terjadi pada Senin (9/8/2010) di di Desa Pematang Tinggi, Kecamatan Krumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Keterangan Kapolres, sebelum meninggal, keduanya sempat bertengkar hebat.

“Istrinya tewas karena hantaman balok, sedangkan sang suami, Darmo ditemukan tergantung di pohon sawit dekat rumahnya,” kata Kapolres Pelalawan AKBP Ari Rahman Nafarin.

Kejadian yang menghilangkan nyawa pasangan itu bermula saat Dasti baru saja pulang dari rumah orangtuanya. Dia lantas ditegur Darmo karena curiga istrinya sering pergi dan menduga karena ada pria idaman lain (PIL).

Dasti yang merupakan istri kesembilan Darmo menjawab seperlunya dan berjalan menuju kamar mandi. Merasa dicuekin, pria berbadan tegap ini mengejar istrinya ke kamar mandi. Di sinilah pertengkaran hebat terjadi. Karena kesal, Darmo pun mengambil sepotong balok lalu menghantamkannya ke kepala korban. Terkena hantaman benda tumpul, Dasti pun terkapar berlumuran darah.

Menurut keterangan salah seorang saksi mata, Ari, setelah melihat istrinya sudah tidak bernyawa, Darmo kalut lantas mengambil seutas tali plastik dan berlari ke belakang rumah. Di sanalah dia mengakhiri hidupnya.

“Keduanya ditemukan oleh anak mereka yakni Wowo. Selain itu kita juga menemukan secarik kertas dari Darmo yang intinya peristiwa ini terjadi karena dia cemburu dengan istrinya,” tandasnya.

10. Three Some Makan Korban Nyawa, Satu Tewas

Sepasangan kekasih yang terlibat pembunuhan disertai pencurian kendaraan bermotor dibekuk polisi di Telugnaga, Kabupaten Tangerang. Awalnya mereka bersetubuh bertiga (three some), lalu kekasih sang wanita membunuh pria tua itu dan mengambil mobilnya.

Kedua tersangka adalah M Ikbal, 22, dan Febriyani Miranti,18. Kasat Reskrim Polres Metro Kabupaten Tangerang, Kompol Arief Setiawan mengatakan terungkap kasus itu berawal laporan masyarakat terkait penjualan mobil murah, Sewnin (6/7/2010)

Saat itu ada sebuah mobil Nissan Grand Livina bernopol B 1432 SFH akan dijual dengan harga murah. ”Harga yang ditawarkan Rp 10 juta hingga Rp 20 juta,” katanya. Mendapat laporan itu, polisi yang mencurigai mobil itu hasil pencurian. Dengan penyamaran polisi lantas menggelar transaksi pembelian kendaraan tersebut.

”Setelah menyerahkan mobil itu petugas langsung menangkap sepasang kekasih itu,” ungkap Arief juga. Setelah dilakukan penyelidikan, kedua tersangka mengaku mobil yang dijual itu milik Handoko,72, warga Gang Bungul, Jakarta Selatan, yang merupakan teman kencan Febriyani. Pria tua itu dibunuh setelah dijebak sepasang kekasihnya. Kasus itu berawal pada Sabtu (3/7) pukul 17.00 lalu.

Saat itu, Febriyani kencan dengan Ikbal di Motel Kencana Indah, Jalan Terusan Bandengan, Jakarta Utara. ”Persetubuhan mereka berdua disaksikan oleh Handoko,” ucap Arief. Usai melakukan persetubuhan dengan Ikbal, Handoko mendapatkan kesempatan bersetubuh dengan Febriyani dan juga disaksikan oleh Ikbal. Saat sedang melakukan hubungan badan itu, Ikbal mengikat leher Handoko dengan tali sepatu.

Rupanya, sepasang kekasih itu telah mempersiapkan pembunuhan itu. ”Handoko langsung tewas ditempat,” kata Arief juga. Setelah itu, Febriyani dan Ikbal membawa jenazah Handoko keluar hotel. Saat itu petugas hotel sempat menanyakan kejadian peristiwa tersebut. Namun, Ikbal mengatakan Handoko hanya pingsan.

Bahkan, saat itu petugas motel sempat membantu menganggkat jenazah Handoko ke dalam mobil. Febriyani dan Ikbal mengatakan akan membawa Handoko ke rumah sakit. Namun, pada kenyataannya sepasang kekasih itu membuang jasad Handoko ke sebuah kebun bersemak di wilayah Kecamatan Cisauk, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Adapun mobil, uang dan seluruh barang-barang Handoko dibawa kedua kekasih tersebut.

11. Gadis Albino Ditembak Lalu Dipenggal untuk Ritual

Seorang gadis albino berusia 11 tahun ditembak dari belakang oleh seorang pria bertopeng, lalu kepalanya dipenggal. Kepala dan sebagian darahnya dibawa pergi oleh pria tersebut, untuk kelengkapan ritual sebuah aliran sesat

Gadis albino asal Swaziland ditembak mati di depan teman-temannya. Sadisnya, kepala gadis itu dipenggal pelaku sebagai ritual ilmu sesat. Seperti dilansir Telegraph, Sabtu (21/8/2010), gadis yang dibunuh ini bernama Banele Nxumalo.

"Apa yang terjadi dengan anak saya sungguh menyakitkan. Saya masih tak percaya kenapa penderita albino harus menjadi target pembunuhan. Mereka hanya manusia biasa seperti kita dan merupakan hadiah dari Tuhan," kata sang ayah yang bernama Luke Nxmualo.

Anak perempuan ini sedang mencuci pakaian dan mandi di sungai bersama teman-temannya. Saat berjalan pulang, seorang pria bertubuh tertutup tiba-tiba menarik Banele. Saat teman-temanya menoleh, pria ini kemudian menembak Banele dari belakang sebelum menyeret tubuh gadis berusia 11 tahun ini.

Polisi menemukan tubuh Banele tanpa kepala di hulu sungai. Pihak berwenang menilai peristiwa ini bagian dari serangkaian kasus pembunuhan penderita albino di Afrika. Albino merupakan kondisi pigmentasi kulit yang langka.

Polisi juga yakin anak-anak menjadi target karena adanya keyakinan sekelompok anggota ilmu sesat bahwa darah dan bagian tubuh penderita albino dapat membawa keberuntungan jika dicampur dengan beberapa ramuan.

Kepercayaan ilmu sesat atau hitam seringkali menimbulkan korban nyawa dan penjualan manusia. Baru-baru ini, seorang pria ditahan selama 17 tahun di Tanzania karena menculik dan mencoba menjual seorang pria albino.

Kerajaan Swaziland adalah sebuah negara kecil di selatan Afrika yang tidak memiliki pantai dan terletak di antara Afrika Selatan di sebelah barat dan Mozambik di timur.

12. Kelompok Ampatuan Bantai 200 Orang Dengan Ditembak dan Dimutilasi

Suku Ampatuan yang dituduh melakukan pembunuhan politik bulan lalu membunuh sedikitnya 200 orang lain selama berkuasa di satu provinsi Filipina selatan, kata komisioner hak asasi manusia negara itu, Rabu (9/12).

"Kami memperkirakan sedikitnya 200 orang, kata ketua Komisi Hak Asasi Manusia Leila de Lima kepada wartawan, dan menambahkan mayat-mayat itu diperkirakan dikuburkan di pemakaman massa yang terpencar di provinsi Maguindanao.

"Ini adalah para korban suku yang sama dan tentara swasta."

De Lima mengatakan ada para saksi mata pada saat pembunuhan-pembunuhan itu yang kini merasa yakin untuk berbicara menyangkut suku Ampatuan karena para pemimpin mereka telah ditahan menyangkut pembunuhan 57 orang 23 November.

Lima perwira polisi yang mengetahui langsung sejumlah pembunuhan termasuk di antara mereka yang sekarang siap mengemukakan tentang perbauatn suku Ampatuan itu, kata De Lima.

Andal Ampatuan senior, pemimpin suku itu adalah gubernur Maguindanao dan sekutu koalisi yang berkuasa pimpinan Presiden Gloria Macapagal Arroyo sejak tahun 2001.

Polisi menuduh putranya, yang adalah walikota lokal, memimpin pembunuhan bulan lalu untuk menghambat pesaing politiknya dalam pemilu tahun depan.

Andal Ampatuan yunior sejauh ini dituduh dengan 25 kasus pembunuhan.

Pemerintah mengizinkan kelompok suku Ampatuan memiliki tentara swasta sebagai bagian dari satu strategi untuk menghadapi kelompok gerilyawan Muslim di Maguindanao dan bagian-bagian lain Filipina selatan.

Tetapi Arroyo memecat bekas sekutu-sekutunya itu dari koalisi setelah pembunuhan tersebut dan kemudian memberlakukan undang-undang darurat di Maguindanao Jumat malam dan menuduh kelompok Ampatuan melakukan pemberontakan.

Ampatuan senior dan para pemimpin lainnya termasuk di antara 62 orang yang ditahan selama operasi saat undang-undang darurat itu diberlakukan. Menteri Kehakiman Agnes Devanadera mengatakan Ampatuan senior akan dituduh melakukan pemberontakan dan kemungkinan pembunuhan.

Dalam satu taklimat terpisah, Rabu, kepala kepolisian negara itu mengatakan 161 orang diperkirakan memiliki hubungan langsung ikut serta dalam pembunuhan itu.

Polisi dan para perwira angkatan darat termasuk diantara yang melakukan pembunuhan itu, kata Direktur Jenderal Kepolisian Nasional Jesus Verzosa.

Para perwira polisi lainnya dalam taklimat itu mengemukakan 26 dari korban itu adalah wanita dan 32 adalah wartawan.

Sejumlah mayat korban telah dimutilasi dengan golok serta ditembaki, kata polisi.

13. Pria Korban Pembunuhan Hidup Lagi

Pria itu dibunuh, lalu kepalanya dipotong dan mayatnya dimaksukan ke dalam sumur tua. Pelaku pembunuhan itu dijatuhi hukuman mati, lalu dikurangi menjadi penjara seumur hidup, diringankan lagi menjadi penjara 20 tahun. Dalam masa menjalankan hukumannya itu, tiba-tiba korbannya hidup lagi. Republik Rakyat China (RRC) gempar.

Akibat hidupnya kembali orang yang sudah dibunuh itu, polisi di China sedang memeriksa kembali kasus seorang pria yang dihukum karena membunuh tetangganya 11 tahun lalu setelah si "korban" tiba-tiba muncul lagi dalam kondisi bugar.

Telegraph, yang mengutip Beijing News, Kamis (6/5/2010), melaporkan, Zhao Zuohai dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati oleh sebuah pengadilan di Provinsi Henan atas tuduhan membunuh tetangganya, Zhao Zhenxiang, dalam perseteruan terkait seorang perempuan pada tahun 1999. Hukumannya kemudian diringankan menjadi penjara seumur hidup dan kemudian dikurangi menjadi penjara 20 tahun.

Zhao Zuohai mengaku telah melakukan pembunuhan setelah sesosok tubuh tanpa kepala ditemukan di sebuah sumur lokal di daerah Zhecheng, di mana dia tinggal.

Namun, "korban"-nya itu tiba-tiba kembali ke daerah itu pekan ini setelah menghilang selama 11 tahun. Tentu saja kemunculannya mengherankan polisi.

Dilaporkan, Zhao Zhenxiang tampaknya melarikan diri dari wilayah itu setelah perseteruan pada tahun 1999 itu dan dia pindah tanpa memberitahu siapa pun. Kondisi itu menyebabkan keberadaannya dinyatakan sebagai orang hilang.

Polisi kini berpikir apakah si "pembunuh" harus dibebaskan—juga mencoba untuk memastikan identitas mayat tanpa kepala itu.

Laporan tersebut mengatakan, belum jelas mengapa Zhao Zuohai telah mengaku bersalah atas pembunuhan itu. Namun, laporan itu menambahkan, ada kecurigaan bahwa polisi telah melakukan penyiksaan sehingga pengakuan itu muncul.


***
13 Kasus Pembunuhan Karena Hal Sepele
(Ref: berita2.com)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar