Beberapa Kebohongan di Dunia Kerja

Bookmark and Share

Kebohongan Dunia Kerja

Dunia kerja memang sangat penuh dengan intrik yang boleh dibilang dari yang ringan sampai dengan ketingkat pelanggaran yang berat. Dari awal cari sebuah lowongan kerja di suatu perusahaan hingga ketika sudah diterima kerja. Dalam postingan kali ini, akan dibahas bagaimana sebuah kejujuran dimana dalam keadaan yang diaggap genting oleh karyawam mulai dilupakan. Kebohongan bisa juga terjadi dari taraf yang ringan hingga ke taraf yang berat yang mungkin dapat membahayakan dan mengurangi kinerja perusahaan. 


Berikut ini adalah beberapa hal jenis kebohongan yang sering dilakukan atau diucapkan oleh karyawan atau pekerja dalam dunia kerja:

1. Keseringan untuk bilang “Beres”

Atasan memang boleh dibilang memiliki kekuasaan yang absolute dalam suatu perusahaan. Kebanyakan dari mereka mau semua pekerjaan yang disuruh dapat dilaksanakan dengan baik. Oleh karena faktor inilah maka tak heran jika banyak pekerja selalu untuk mengatakan “Beres Pak” untuk setiap pekerjaan yang sedang dikerjakan. Tak pandang apakah pekerjaan itu memang mudah atau susah. Untuk menaikkan dan menanamkan kepercayaan terkadang memang harus diwarnai dengan sifat yang tidak logis, walaupun pekerja itu  tidak mampu. Pada kasus ini, memang awalnya seakan-akan semua akan dapat dikerjakan dengan tanpa masalah, namun jika keadaan terjadi tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan, tapi Anda akan mendapatkan getahnya pada akhirnya. Coba bayangkan jika suatu kerjaan tidak beres sampai jatuh tanggal waktunya, tentunya akan menjadi sulit bagi Anda. Membangun kepercayaan dan kridibalitas memang susah, namun hal itu tidak benar jika selalu menganggap bahwa setiap kerjaan yang ditugaskan kepada Anda harus selalu Anda bilang “Beres Pak”. Karena semestinya jika ada pekerjaan yang kira-kira susah untuk diselesaikan dan diluar kemampuan Anda, maka janganlah menjanjikan angin surga kepada atasan Anda. Cobalah melakukan sharing dengan rekan kerja Anda, atau bahkan jika bisa bicarakan dengang baik kendalanya kepada atasan Anda.

2. Keseringan Bilang “Dengan senang hati”

Perkataan bohong yang satu ini boleh dibilang sebagai perkataan ketidakberdayaan Anda sebagai sebagai karyawan, kalau kata warkop “maju kena mundur kena”. Boleh dibilang kalimat ini sebagai upaya untuk mencari muka didepan atasan Anda, bahwa Anda selalu siap dan dapat diandalkan. Sebenarnya sih tidak salah mengucapkan kalimat ini, namun apabila dilakukan terlalu sering maka tentunya akan tidak baik bagi perkembangan karir Anda untuk kedepannya. Lakukanlah dengan intensitas yang normal, karena lagi-lagi tidak semua pekerjaan dapat Anda handle. Salah satu kemungkinan jelek jika Anda terlalu sering mengucapkan kalimat ini maka atasan Anda akan mengira bahwa Anda selalu senang dan mampu untuk setiap pekerjaan yang telah diberikan selama ini. Sehingga bukan jenis pekerjaan lain atau yang Anda sukai yang akan diterima, melainkan tugas atau pekerjaan lain yang tidak Anda sukai. Jika selalu mengerjakan sesuatu yang tidak Anda suka tentunya hal ini akan sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan diperoleh.

3. Alasan terlambat seperti “Maaf, kena macet dijalan”

Memang kata disiplin adalah sesuatu yang mahal, dimana untuk menerapkannya harus dilandasi dari kebiasaan Anda sehari-hari. Sebenarnya memang tidak mengherankan jika alasan ini sering diucapkan oleh sebagian dari Anda.  Apalagi bagi karyawan yang bekerja di ibukota seperti Jakarta. Terlepas dari itu, pasti tidak semua kalimat ini benar untuk dijadikan alasan. Karena ada kalanya Anda telat karena alasan kesiangan, bukan kemacetan. Jadi solusi yang dianjurkan adalah balik ke dasar yaitu untuk selalu menerapakan kebiasaan disiplin. Atau jadi atasan sajalah, tidak usah menjadi karyawan 

4. Seringaya terlontar kalimat “Saya juga berpikir begitu.”

Biasanya kalimat ini sering diucapkan ketika diskusi di purusahaan Anda. Kemungkinan Anda pasti juga pernah melakukannya. Ketika rekan kerja memaparkan idenya, dan dengan antusiasnya Anda mengucapkan kalimat tersebut tanpa dasar alasan yang jelas bahwa Anda memang setuju dengan gagasan ide rekan kerja Anda tersebut. Jika ini terjadi, percayalah bahwa orang lain termasuk atasan Anda akan mengetahui bahwa Anda hanya mencari muka. Lebih baik Anda diam saja bila mana Anda tidak memiliki alasan yang kuat bahwa Anda setuju dengan ide yang dilontarkan oleh orang lain. Karena sepandai-pandainya Anda bicara, namun Anda tidak bisa jujur dari mimik muka Anda. Bagaimana jika posisi dibalik, dimana keadaan jika Anda memberikan suatu ide, kemudian ada partner kerja Anda berbicara bahwa itu seakan-akan juga ide milik dia, bagaimana perasaan Anda? Pasti tidak enak, viola …..nah inilah yang dimaksud!

5. Kebohongan positif yang sering terucap “Nanti kita ketemuan, ya!”

Dalam dunia kerja, terkadang pasti Anda tidak ingin bertemu denga orang yang tidak Anda sukai, seperti saingan untuk mendapatkan project dll. Namun karena ingin membangun citra professional, maka terkadang tidak bisa menolaknya. Sehingga tak pelak kalimat tersebut akan terucap dari mulut Anda. Nah bohong untuk kategori ini boleh dibilang bagus untuk Anda, walaupun tidak enak untuk dijalani namun baik untuk membangun hubugan sosial dengan orang lain. Karena siapa tahu orang yang tidak ingin Anda temui tersebut mungkin akan menjadi relasi yang bagus bagi Anda dan bahkan orang penting dalam mendongkrak karir kerja Anda.

Sumber: Kompas.Com
*****

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar