Mengapa Uban Muncul di Usia Muda dan Bagaimana Pencegahannya?

Bookmark and Share
Rambut putih alias uban biasanya identik dengan rambut kakek dan nenek. Tapi uban tak selalu berkaitan dengan usia, karena banyak juga orang yang masih muda sudah ubanan. Benar-benar uban yang terselip di antara rambut hitamnya, bukan karena disemir atau diwarna. Kenapa hal ini bisa terjadi?




Ada dua macam pigmen rambut, yaitu eomelanin dan feomelanin. Pigmen eomelanin biasanya terdapat pada orang-orang berkulit berwarna, seperti orang Asia, Arab, dan India. Pigmen tersebut berwarna gelap dan hitam, sehingga rambut dan kulitnya pun akan berwarna gelap. Sedangkan pigmen feomelanin terdapat pada orang-orang kulit putih. Pigmen tersebut berwarna kuning. Tapi, itu bukan berarti mereka tidak punya pigmen eomelanin. Orang kulit putih tetap mempunyai pigmen eomelanin, namun persentasenya lebih sedikit. Orang Asia juga mempunyai pigmen feomelanin, meskipun tidak terlalu banyak.

a. Faktor Genetik

Di kepala kita, banyak sekali akar rambut, dan ada sebagian yang memang tidak bisa memproduksi pigmen. Misalnya pada kasus albino dan vitiligo. Albino adalah orang yang tidak mempunyai pigmen sehingga seluruh kulit dan rambutnya berwarna putih, sedangkan vitiligo hanya sebagian saja yang berwarna putih. Ini juga disebabkan oleh faktor genetik dan sampai saat ini belum dapat disembuhkan. Jika kadar pigmennya berkurang, rambutpun akan semakin pirang dan kemudian menjadi putih atau beruban. Biasanya uban akan muncul pada orang tua karena produksi melaninnya memang sudah mulai berkurang. Metabolisme untuk memproduksi pigmen sudah mulai lambat atau bahkan tidak ada lagi. Namun ada orang yang sudah tua tapi belum beruban atau hanya muncul uban sedikit saja, tapi ada pula yang masih muda tapi rambutnya sudah ubanan semua. Hal ini disebabkan karena faktor genetik. Jika belum banyak uban meski sudah tua, berarti metabolisme pembentukan pigmennya memang dapat bertahan lama.

b. Penyakit Anemia Pernisiosa

Selain faktor genetik, uban juga dapat muncul karena penyakit anemia pernisiosa, yakni penyakit kekurangan darah yang sering menyebabkan rambut menjadi beruban. Uban dapat juga muncul karena adanya kelainan metabolisme, misalnya gangguan tiroid atau kurang gizi. Kurang gizi dapat membuat jumlah enzim pembentuk pigmen menjadi berkurang, sehingga penderita akan cepat beruban. Oleh karena itu, makanan cukup gizi dengan protein yang baik sangat perlu untuk pembentukan enzim pembentuk pigmen, sehingga rambut akan menjadi sehat dan tidak cepat beruban.

c. Zat Kimia

Uban juga dapat muncul karena pemakaian zat kimia tertentu, misalnya cat rambut. Pemakaian jenis sampo yang banyak mengandung sulfur juga dapat memunculkan uban. Pada umumnya, uban memang tidak bisa dikembalikan menjadi hitam, kecuali pada mereka yang menderita gangguan metabolisme, khususnya orangtua. Secara medis, uban juga tidak bisa diobati. Jika penyebabnya adalah faktor genetik, yang bisa dilakukan mungkin hanyalah dengan mengecat rambut untuk menutupinya.

d. Stress

Stres juga dianggap sebagai penyebab uban prematur. Stres, banyak beban pikiran dan kecemasan juga dapat menyebabkan penuaan dini. Selain itu, vitiligo adalah kondisi sistem autoimun yang merusak melanosit, sel-sel yang menghasilkan pigmen yang bertanggung jawab untuk warna rambut.

e. Rokok

Menurut sebuah studi tahun 1996 yang diterbitkan dalam British Medical Journal, orang yang merokok empat kali lebih mungkin mengalami uban prematur ketimbang orang non-perokok.

f. Obat Tertentu

Dalam beberapa kasus, penggunaan obat bisa menjadi penyebab untuk uban prematur. Penyebab pasti di balik fenomena ini tetap tidak diketahui, tetapi hubungan terlihat antara uban prematur dan obat-obatan tertentu, seperti lithium. Terakhir adalah pemakaian zat kimia, misalnya cat rambut atau pemakaian jenis sampo yang banyak mengandung sulfur yang tinggi.


Pencegahan

Sebaiknya jangan gunakan cat rambut terlalu sering. Apalagi jika kulit kepala Anda tergolong sensitif, sebab kondisi ini bisa memicu dermatitis kontak atau eksim pada kulit kepala. Gunakan sampo yang tidak terlalu alkalis (terlalu berbusa), sehingga malah membuat rambut jadi terlalu kering. Labih bagus lagi jika menggunakan kondisioner rambut secara terpisah.

Pertumbuhan rambut terjadi secara bertahap. Akar rambut berisi struktur seperti tas kecil yang disebut folikel rambut. Folikel rambut ini mengandung melanosit yang menghasilkan pigmen yang disebut melanin, yang bertanggung jawab untuk warna rambut. Ada beberapa helai rambut yang tidak tumbuh dan masih dalam tahap istirahat. Seiring dengan berjalannya waktu, rambut tersebut menjadi tua dan mulai berubah warna dari hitam menjadi abu-abu dan putih.

Proses ini umum terjadi pada usia 50-an tahun. Berlawanan dengan kepercayaan populer bahwa rambut uban identik dengan usia tua, beberapa helai uban juga terlihat pada anak-anak yang berumur 10 tahun. Hal ini juga terjadi pada remaja.

Banyak orang muda yang mengeluh ketika melihat uban di kepalanya. Uban prematur ini dalam terminologi medis disebut canities. Meskipun wajar memiliki beberapa helai rambut putih atau uban, dapat hal ini mulai menjengkelkan apabila uban memenuhi hampir separuh rambut di kepala.

Untuk menghindari rambut beruban di usia dini, cobalah solusi alami berikut yang efektif dan ucapkan selamat tinggal pada uban:

1. Pola makan
Masukkan makanan yang kaya akan mineral seperti zat besi, natrium dan vitamin B dalam menu harian Anda. Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran juga bermanfaat, seperti yang kaya antioksidan, sehingga dapat membantu memerangi radikal bebas yang menyebabkan uban prematur.

2. Pijat rambut
Pijat rambut dengan minyak kelapa akan menjaga rambut panjang, hitam dan kuat. Anda juga dapat merebus daun kari dalam minyak kelapa dan memakainya untuk rambut. Memakai minyak dan campuran bubuk gooseberry kering adalah pengobatan yang efektif untuk uban.

3. Menggunakan pewarna rambut henna
Henna adalah pewarna rambut alami untuk rambut beruban karena membantu dalam menutupi uban dan mengembalikan warna rambut menjadi coklat gelap. Ini juga dapat menjadi solusi alami untuk uban.



Ref: http://suaramedia.com/

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar