srimulyani.net (tanggapan positif dan negatif)

Bookmark and Share
Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D) meluncurkan Situs srimulyani.net. Situs web itu adalah Situs baru yang mengusung nama mantan menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati. Situs yang beralamat di http://srimulyani.net ini mengklaim situsnya adalah situs untuk memajukan Etika Publik.




a. srimulyani.net

Srimulyani.net - Beberarapa nama besar yang ikut meluncurkan srimulyani.net di antaranya, Rahman Tolleng, Bagus Takwin, Rocky Gerung, Rosiana Silalahi dan Wimar Witoelar.

Bagus Takwin, sebagai salah satu pendiri mengungkapkan, srimulyani.net hendak memulihkan kemerdekaan pikiran warga negara, agar sesama warga negara dapat bergaul setara, tanpa prasangka etnis, agama, ras, dan identitas feodal.

"Prinsip utama etika publik adalah mencegah politik menjadi urusan personal. Sekali urusan personal menguasai politik maka politik berubah menjadi persekongkolan beberapa orang. Inilah sumber dari korupsi, feodalisme dan otoritarianisme," kata Bagus dalam keterangannya saat peluncuran www.srimulyani.net, di hotel Niko, Jakarta, Kamis (29/9/2010).

Situs Srimulyani.net ini diinspirasi oleh integritas Sri Mulyani yang kukuh membela kepentingan publik dari rongrongan politik koruptif elit kekuasaan. Nantinya situs ini akan dikelola P2B terbuka untuk umum dan semat-mata dimaksudkan untuk menjaga ide republik, demokrasi keadilan, kewarganegaraan, dan kemajemukkan.

"Sesungguhnya negara kita ada dalam ancaman serius karena dasar-dasar kehidupan publik tidak dijaga oleh pemerintah," kata Bagus.

Situs ini sangat tepat diluncurkan bila dibenturkan dengan konteks peristiwa akhir-akhir ini (intoleransi agama, korupsi, yang makin bersifat politik, kekerasan etik). P2D menilai pemerintah telah lalai menumbuhkan nilai-nilai publik, dan itu berarti kemunduran serius dalam ide kita bernegara, berdemokrasi dan berrepublik.

Situs ini mengajak seluruh rakyat indonesia untuk berpolitik dengan akal seha, mengutamakan sikap publik yang rasional.

Sementara itu, praktisi hukum Todung Mulya Lubis mengatakan, Sri Mulyani sendiri telah mengetahui bahwa situs Srimulyani.net ini akan menggunakan namanya. "Dia kaget juga. Kalaupun ia menolak, kami tetap menggunakan namanya karena ia sudah menjadi milik publik," kata Todung.


b. Situs srimulyani.net Hanya Sensasi Politik Tidak Etis

srimulyani.net – sebuah situs yang mengatasnamakan mantan menteri keuangan RI Sri Mulyani. Pengelolanya menegaskan, situs ini bukanlah situs pribadi Sri Mulyani. Situs ini diluncurkan dan dikelola oleh Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D), sebuah organisasi yang digawangi oleh Todung Mulya Lubis. P2D sendiri tampak asing dan sepertinya ingin melakukan branding dengan project yang direstui oleh Sri Mulyani, yang rela namanya dicatut sebagai nama situs ini.

Ya, sensasi politik (istilah yang mungkin masih asing), sebuah sensasi yang dibuat untuk tujuan politik tertentu. Dengan jargon Merawat Republik, Memastikan Keadilan – situs ini menurut pembuatnya dibuat dalam rangka kampanye untuk memperkuat etika publik. “Situs srimulyani.net adalah suatu bagian dari kampanye untuk memperkuat etika publik, Sri Mulyani tidak terlibat dalam pembuatan web ini. Kami menelepon dia (minta izin) sebagai bentuk etika publik,” ujar Todung pada peluncuran situs ini di Jakarta 30 September 2010 kemarin.

P2D menganggap Sri Mulyani sebagai ikon etika publik karena ia telah dengan tegas menolak kekuasaan. Srimulyani.net diinspirasikan oleh integritas Sri Mulyani yang dengan kukuh membela kepentingan publik dari rongrongan politik koruptif elite kekuasaan. Demikian yang ditulis Kompas mengutip keterangan Todung.

Jelas dari statmennya, P2D mengesampingkan Skandal Bank Century yang belum terselesaikan, dimana nama Sri Mulyani terlibat didalamnya. Kasus yang pianjingeun (kalo dalam bahasa sunda kasarnya). Kasus memuakan yang telah merampok uang negara demikian besarnya, yang sempat super heboh beberapa bulan lalu tapi anjing-anjing kekuasaan menenggelamkannya sebelum semuanya tuntas. (maaf saya terlalu kasar, walau terasa sangat lembut bahasanya)

Sensasi politik (political sensation). Hanya beberapa hari, situs www.srimulyani.net ini diperkenalkan. Berbagai spekulasi pun muncul. Ada yang bilang ini adalah dalam rangka pencalonan Sri Mulyani menjadi calon presiden pada Pemilu 2014 nanti, ada juga yang bilang sebagai sarana promosi kelompok tertentu, dsb. Tapi saya hanya bilang, ini adalah sesuatu yang tidak penting untuk ditanggapi secara berlebihan, ini hanya kerjaan dari mereka yang hanya cari sensasi. Situs ini selain digawangi oleh Todung, juga melibatkan orang-orang yang cukup melintang di dunia jurnalism dan politik diantaranya Wimar Witoelar, Bagus Takwin, Rosiana Silalahi dll.

Etika publik yang diusung sebagai isu sentral pada situs tersebut berlawanan dengan etika politik dan etika berbangsa dan bernegara yang sebenar-benarnya. Jika pun etika menjadi nilai yang ‘benar’ maka Kasus Century harusnya menjadi titik fokus yang harus diselesaikan! Nama Sri Mulyani tidak etis dijadikan ikon etika publik saat yang bersangkutan masih terkait dengan kasus besar di republik ini. (Deni Andriana).



Ref:
- http://blogger-pesta.blogspot.com
- http://goyangkarawang.com

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar