Tips Mencegah dan Mengantisipasi Bayi Lahir Prematur

Bookmark and Share
70 Persen Bayi Prematur Penyebab Tingginya Kematian

Sekitar 70 persen bayi yang lahir prematur merupakan penyebab tingginya angka kematian bayi karena kondisi bayi yang masih lemah, ata Guru Besar Fakultas Kedokteran(FK) Universitas Padjadjaran(Unpad) Jusuf Sulaeman Effendi. "Angka kejadian rendah terdapat di negara-negara maju sementara di negara berkembang kejadian masih cukup tinggi," kata kepada wartawan di Bandung, Jumat.

Jusuf yang ditemui dalam acara pelantikannya sebagai Guru Besar FK Unpad mengatakan, kejadian persalinan prematur diseluruh dunia masih tetap tinggi berkisar antara 10-20 persen. Menurut Jusuf, di negara maju upaya-upaya pencegahan persalinan porematur sudah dilaksanakan dengan intensif. "Di Indonesia angka kejadian persalinan prematur dan angka kematian bayi prematur masih cukup tinggi," ungkap Jusuf.

Selanjutnya, kata Jusuf, bayi yang lahir prematur apabila terus hidup akan didera dengan berbagai penyakit. Seperti,kelainan neurologis, infeksi, kelainan mental, dan gangguan pertumbuhan. "Hal ini tentu akan menyebabkan permasalahan pada kehidupan selanjutnya dari anak yang dilahirkan prematur," ungkap Jusuf.

Jusuf melakukan orasi ilmiah berkenaan dengan pelantikan Guru Besar FK Unpad yang diterimanya dalam Ilmu Kebidanan dan Ilmu Penyakit Kandungan di Aula Graha Sanusi, Unpad.




a. Mengatasi Masalah Bayi Lahir Prematur

AGAR bayi lahir prematur tumbuh kembang secara optimal, perawatan intensif bayi prematur butuh kesabaran dan kecermatan ekstra dari dokter yang merawat maupun dari orangtua.

"Makin rendah atau kecil bayi prematur, risiko kesakitan atau kematiannya kian besar," kata ahli perinatologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM), dr Rinawati Rohsiswatmo, Sabtu (26/1), dalam diskusi di auditorium Brawijaya Women and Children Hospital, Jakarta.

Bayi prematur adalah bayi yang lahir kurang bulan menurut masa gestasinya (usia kehamilannya) yang biasanya 37-42 minggu. Jika lahir pada usia kehamilan 28-32 minggu, bayi dikatakan sangat prematur, dan jika lahir kurang dari 28 minggu, dinyatakan prematur ekstrem.

Ada sejumlah kelainan yang menyertai bayi prematur, di antaranya sindroma gangguan pernapasan—jumlah cairan pelapis paru-paru kurang dari normal. Hal ini menyebabkan paru-paru sulit berkembang sempurna. "Selain itu, bisa terjadi kelainan usus yang menyebabkan imaturitasnya dalam menerima nutrisi, anemia, dan infeksi," kata Rina.

Bayi lahir prematur juga berisiko mengalami perdarahan otak pada minggu pertama kelahiran. Bayi lahir prematur juga berisiko menderita kelainan jantung, terutama adanya hubungan antara aorta dan pembuluh darah jantung yang menuju paru-paru.

"Kerap terjadi bayi prematur tak mampu minum sebagaimana mestinya karena masih lemahnya refleks isapnya," ujarnya. Bayi prematur juga rentan mengalami refluks atau terhambatnya pengosongan lambung, kuning, dan kebutaan atau gangguan penglihatan.

Bayi prematur perlu perawatan khusus untuk memantau asupan nutrisinya dan dirawat di unit perawatan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) yang dilengkapi peralatan medis pendukung, seperti alat bantu napas atau ventilator dan inkubator untuk menjaga suhu tubuh normal.


b. Tips agar bayi tidak lahir prematur

Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mengupayakannya :

1. Periksalah kehamilan secara teratur. Biasanya disarankan sebulan sekali atau tiap ada keluhan yang mengganggu.
2. Jaga kesehatan gigi dan rongga mulut dengan kontrol rutin ke dokter gigi dan merawatnya dengan baik.
3. Jaga pola makan yang sehat.
4. Jalani pola hidup sehat, misalnya olahraga teratur dan tidak merokok.
5. Waspadai gejala atau tanda infeksi di alat kelamin atau saluran kemih.
6. Lakukan ejakulasi terputus saat berhubungan seks karena sperma mengandung hormon prostaglandin.




Ref:
- http://www.okbangetz.com
- http://id.news.yahoo.com
- http://teguhwidiarto.blogspot.com

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar